Division Operasional (Operational Division)

Divisi Operasional (Operational Division)

Divisi atau Division adalah kumpulan dari beberapa Departemen (Department) agar mempermudah penggelompokkan kerja pembagian tugas dan tanggung jawab yang lebih spesifik.

Divisi Operasional (Operational Division) bertugas dan berperan langsung dalam Produksi, baik yang memproduksinya maupun sebagai pendukung atau pengawasan dalam segala aspek yang berkaitan dengan produksi.

Departemen-departemen yang terdapat dalam sebuah Divisi Operasional antara lain :

1. Departemen Produksi (Production Department)

Bertugas untuk memproduksi atau merakit komponen elektronik (Raw Material) beserta bahan pembantu (Sub Material) lainnya   menjadi benda atau produk yang diinginkan.

Produksi Dept akan menjalankan Produksinya sesuai dengan Jadwal yang telah di buat Planning Dept, proses produksi sesuai dengan  Proses Standar (SOP) yang disiapkan oleh Engineering Dept dan bahan-bahan yang telah diberikan oleh Store Dept serta Mutunya diawasi oleh QC Dept.

2. Departemen Engineering (Engineering Dept)

Bertugas untuk mendukung kelancaran produksi dalam segi Teknikal (Technical).

Bebererapa Seksi (section) dalam Engineering Department antara lain :

  • Engineering Proses (Proses Engineering)

Menyusun proses-proses atau langkah-langkah kerja dalam perakitan (assembly)

Dalam hal ini, proses atau langkah kerja sering disebut dengan SOP (Standard Operation Procedure) atau WI (Working Instruction). Melakukan Study proses agar setiap stasiun kerja memakai waktu yang seimbang atau disebut dengan “Line Balancing”

Line Balance (Keseimbangan Line) : tidak ada stasiun yang kerja terlalu cepat atau terlalu lambat.

  • Engineering Produksi (Production Engineering)

Bertugas untuk memastikan semua Peralatan Inspeksi dan Produksi berfungsi dengan baik. Mengadakan perbaikkan atau menganalisa barang atau produk yang cacat (Reject).

Contoh-contoh Peralatan atau Mesin Produksi : Mesin Solder, Screw Driver, Solder Iron dan lain sebagainya.

  • Engineering Fasility/Pemeliharaan (Facility/Maintenance Engineering)

Bertugas untuk memelihara/maintenance fasilitas produksi maupun fasilitas perusahaan seperti Air Conditioner, Genset, CCTV pengawasan dan lain sebagainya.

3. Departemen Pergudangan (Store Departemen)

Bertugas untuk penerimaan, pengawasan, pendistribusian bahan-bahan baku (Raw Material) dan bahan-bahan pembantu (sub material)  produksi kepada departemen Produksi.

4. Departemen Perencanaan (Planning Department)

Departemen Perencanaan (Planning Department) atau sering juga disebut dengan Production Control Deparment berfungsi untuk melakukan perencanaan atau penjadwalan agar Produksi dapat berjalan sesuai dengan permintaan pelanggan (Customer) atau sesuai dengan Persediaan bahan baku /bahan pembantu yang ada.

Disamping itu juga berfungsi untuk mengawasi Produksi berjalan sesuai dengan Perencanaan yang sudah ada serta menyajikan laporan kepada Manajemen Perusahaan.

5. Departemen Pengendalian Mutu (Quality Control Department)

Seperti namanya, Quality Control Department berfungsi untuk mengawasi Mutu (Quality) produksi dalam segala factor. Kontrol disini juga melibatkan Inspeksi yaitu melakukan pemeriksaan di tahap terakhir produksi agar Produk yang dihasilkan adalah benar-benar sesuai dengan standar yang diinginkan.

Inspeksi dapat dilakukan secara Sampel (sampling) atau 100% tergantung kebutuhannya.

Terdapat beberapa seksi (section) dalam Quality Control Departement :

  • Incoming Quality Control (IQC)

Sebagai Pintu pertama dalam menyaring Mutu bahan-bahan yang akan dipakai oleh produksi. Sebelum bahan baku dipakai oleh Produksi, bahan  baku tersebut harus diperiksa apakah sesuai dengan standarnya. Jika tidak, bahan baku tersebut akan dikembalikan ke vendor (pemasok)-nya.

  • In-Process Quality Control (IPQC)

IPQC akan melakukan Audit atau pemeriksaan proses di line supaya semua proses yang dikerjakan oleh Operator sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) atau Working Instruction (WI) yang telah ditentukan.

  • Outgoing Quality Control (OQC)

OQC berfungsi untuk melakukan Inspeksi terakhir terhadap produk yang telah jadi agar spesifikasinya sesuai dengan Standar yang ditentukan. Jika produk tersebut tidak sesuai dengan standar, maka akan diadakan Rework (pengerjaan ulang).

Related Posts

Leave a Reply


1 + = 7