News Ticker

Fungsi Thermistor (PTC dan NTC) serta Cara Mengukurnya

Fungsi Thermistor NTC dan PTC beserta cara mengukurnyaThermistor adalah salah satu jenis Resistor yang nilai resistansi atau nilai hambatannya dipengaruhi oleh Suhu (Temperature). Thermistor merupakan singkatan dari “Thermal Resistor” yang artinya adalah Tahanan (Resistor) yang berkaitan dengan Panas (Thermal). Thermistor terdiri dari 2 jenis, yaitu Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient).

Seperti namanya, Nilai Resistansi Thermistor NTC akan turun jika suhu di sekitar Thermistor NTC tersebut tinggi (berbanding terbalik / Negatif). Sedangkan untuk Thermistor PTC, semakin tinggi suhu disekitarnya, semakin tinggi pula nilai resistansinya (berbanding lurus / Positif)

Berikut ini adalah Simbol dan Gambar Komponen Thermistor PTC dan NTC :Simbol dan Gambar Thermistor PTC dan NTC

Contoh perubahaan Nilai Resistansi Thermistor NTC saat terjadinya perubahan suhu disekitarnya (dikutip dari Data Sheet salah satu Produsen Thermistor MURATA Part No. NXFT15XH103), Thermistor NTC tersebut bernilai 10kΩ pada suhu ruangan (25°C), tetapi akan berubah seiring perubahan suhu disekitarnya. Pada -40°C nilai resistansinya akan menjadi 197.388kΩ, saat kondisi suhu di 0°C nilai resistansi NTC akan menurun menjadi 27.445kΩ, pada suhu 100°C akan menjadi 0.976kΩ dan pada suhu 125°C akan menurun menjadi 0.532kΩ. Jika digambarkan, maka Karakteristik Thermistor NTC tersebut adalah seperti dibawah ini :Karakteristik Thermistor NTC

Pada umumnya Thermistor NTC dan Thermistor PTC adalah Komponen Elektronika yang berfungsi sebagai sensor pada rangkaian Elektronika yang berhubungan dengan Suhu (Temperature). Suhu operasional Thermistor berbeda-beda tergantung pada Produsen Thermistor itu sendiri, tetapi pada umumnya berkisar diantara -90°C sampai 130°C. Beberapa aplikasi Thermistor NTC dan PTC di kehidupan kita sehari-hari antara lain sebagai pendeteksi Kebakaran, Sensor suhu di Engine (Mesin) mobil, Sensor untuk memonitor suhu Battery Pack (Kamera, Handphone, Laptop) saat Charging, Sensor untuk memantau suhu Inkubator, Sensor suhu untuk Kulkas, sensor suhu pada Komputer dan lain sebagainya.

 

Cara Mengukur Thermistor PTC dan NTC

Kita dapat menggunakan Multimeter Digital maupun Multimeter Analog untuk mengukur atau menguji apakah sebuah Thermistor NTC maupun PTC dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Berikut ini adalah cara untuk mengukur Thermistor NTC dan PTC dengan menggunakan Multimeter :

Mengukur Thermistor PTC
(Positive Temperature Coefficient)

  1. Atur Posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
  2. Hubungkan Probe pada Kaki Thermistor (Thermistor tidak memiliki Polaritas)
  3. Dekatkan Mata Solder (Soldering Tip) yang panas ke Thermistor (pastikan jangan menyentuh Thermistor, karena akan merusak bungkusan Thermistor).
  4. Perhatikan Display Multimeter, nilai Resistansinya akan naik sebanding dengan suhu tinggi disekitarnya.

* Kita juga dapat menggunakan Hair Dryer atau pemanas lainnya untuk menaikkan suhu disekitar Thermistor.Cara Mengukur Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient)

 

Mengukur Thermistor NTC
(Negative Temperature Coefficient)

  1. Atur Posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
  2. Hubungkan Probe pada Kaki Thermistor (Thermistor tidak memiliki Polaritas)
  3. Dekatkan Mata Solder (Soldering Tip) yang panas ke Thermistor (pastikan jangan menyentuh Thermistor, karena akan merusak bungkusan Thermistor).
  4. Perhatikan Display pada Multimeter, nilai Resistansi akan turun sebanding dengan suhu tinggi disekitarnya.

* Kita juga dapat menggunakan Hair Dryer atau pemanas lainnya untuk menaikkan suhu disekitar Thermistor.Cara Mengukur Thermistor NTC

Thermistor dinyatakan Rusak atau tidak dapat berfungsi sebagai mestinya apabila saat pengukuran terjadi kondisi seperti dibawah ini :

  1. Nilai pada Multimeter selalu berada di posisi “0” saat diukur, hal ini artinya Thermistor tersebut “Short”.
  2. Nilai pada Multimeter selalu berada di posisi “Tak terhingga / infinity” saat diukur, hal ini artinya Thermistor tersebut “Open” atau “Putus”.
  3. Nilai pada Multimeter tidak stabil atau menunjukan pada nilai tertentu tetapi tidak turun ataupun naik maka Thermistor tersebut juga dalam kondisi Rusak.

Untuk lebih tepat dan jelas mengetahui karakteristik dari Thermistor kita dapat membaca data sheet yang disediakan oleh Produsennya dengan men-download data sheet tersebut dari situs produsennya.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*



5 − 3 =